Obyek Wisata Selecta Malang - Jatim

Obyek Wisata Selecta Malang

Obyek Wisata Selecta Malang didirikan oleh Ruter de Wildt, yang awalnya merupakan tempat peristirahatan bagi warga Belanda di Indonesia. Selecta berasal dari kata Selectia yang artinya "pilihan".Obyek Wisata Selecta Malang ini dikelilingi Gunung Welirang, Anjasmoro, dan Arjuno. Tepatnya di desa Tulungrejo, kota Batu - Malang. Karena dikelilingi gunung, maka hawa sejuk benar-benar bisa menyegarkan badan dan pikiran kita.

Ragam permainan di Obyek Wisata Selecta Malang cukup banyak : kolam renang, sepeda air, becak mini, mobil baterai, kereta kuda, dan kereta mini. Bila sudah bosan bermain, Anda bisa melihat Goa Singa, live music, taman bunga, aquarium dengan aneka ikan hias, pasar buah dan souvenir. Atau kalau Anda ingin berkuda, bisa juga Anda lakukan di Obyek Wisata Selecta Malang.

Fasilitas lain seperti hotel, hall auditorium untuk meeting/pesta, area olahraga dan senam, serta arena outbond juga tersedia di Obyek Wisata Selecta Malang.

Berlibur Yuk

Obyek Wisata Selecta Malang

Obyek Wisata Selecta Malang

Wisata Jatim

wisata Malang

Wisata Malang

wisata jatim

Obyek Wisata Selecta Malang


Lihat Peta Lebih Besar Obyek Wisata Selecta Malang Jatim

Baca Selanjutnya…

Tangkuban Perahu Wisata Bandung - Jabar

Tangkuban Perahu

Obyek wisata gunung Tangkuban Perahu berada di desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, sekitar 20 km ke utara dari pusat kota Bandung. Tangkuban Perahu merupakan gunung stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Batuan yang dikeluarkan melalui letusan merupakan lava dan sulfur belerang. Gunung ini memiliki ketinggian 2.084 m dengan rimbun pohon pinus dan kebun teh disekitarnya. Suhu rata-rata pada siang hari sekitar 17 derajad celsius, sedangkan pada malam hari sekitar 2 derajad celsius di puncak Obyek wisata gunung Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu

Berdasarkan legenda, gunung Tangkuban Perahu terbentuk karena ulah Sangkuriang. Sewaktu kecil Sangkuriang diusir oleh ibunya si Dayang Sumbi karena telah membunuh seekor anjing. Ibunya marah sekali karena anjing tersebut adalah jelmaan dari ayahanda Sangkuriang. Dayang Sumbi dan Sangkuriang akhirnya terpisah bertahun-tahun.

Setelah Sangkuriang dewasa, mereka bertemu kembali. Pertemuan itu membuat mereka saling jatuh cinta dan Sangkuriang berniat menikahi ibunya. Akhirnya si Dayang Sumbi sadar bahwa Sangkuriang adalah anak kandungnya setelah melihat bekas luka di kepalanya. Untuk menggagalkan niat Sangkuriang menikahinya, Dewi Sumbi minta dibuatkan perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu tersebut hingga terbalik. Perahu inilah yang akhirnya membentuk Gunung Tangkuban Perahu.

Obyek Wisata Bandung

Berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu, Anda dapat melihat keindahan sepuluh kawah yang letaknya berdekatan, yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah Jarian, dan Pangguyangan Badak. Kawah-kawah itu mengeluarkan asap belerang yang keluar dari sela-sela bebatuan. Kawah Ratu merupakan kawah terbesar, sedangkan di Kawah Domas terdapat sumber air panas.

Obyek Wisata Bandung

Tangkuban Perahu Bandung

Gunung Tangkuban Perahu

Obyek Wisata Bandung yang lain :
  1. Situ Patengan - Obyek Wisata Bandung
  2. Kawah Putih Ciwidey - Obyek Wisata Bandung


Lihat Peta Lebih Besar Obyek Wisata Tangkuban Perahu Bandung - Jabar


Baca Selanjutnya…

Dapatkan Cinta Abadi di Situ Patengan Bandung

Situ Patengan

Situ Patengan atau Situ Patenggang terletak di desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Kawasan Situ Patengan ini berjarak sekitar 47 km arah selatan dari pusat kota Bandung. Jika Anda dari Kawah Putih Ciwidey, tinggal beberapa km saja. Luas seluruh area Situ Patenggang sekitar 65 hektar, dengan luas danau sekitar 48 hektar. Hamparan kebun teh Rancabali menambah hijaunya lokasi ini.

Situ Patenggang

Situ Patengan berasal dari bahasa Sunda Pateangan-teangan (saling mencari). Hal ini berasal dari kisah cinta Putra Prabu dan Putri Titisan Dewi yang besar bersama alam. Ki Santang dan Dewi Rengganis, mereka berpisah untuk sekian lama. Karena cinta mereka yang begitu dalam mereka saling mencari dan akhirnya dipertemukan kembali di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan "Batu Cinta". Dewi Rengganispun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar (Pacaran jaman dulu susah ya..., kalau gak minta candi minta danau. Enak jaman sekarang, dibelikan bakso saja sudah cukup). Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati yang disebut Pulau Asmara (Pulau Sasaka).

obyek wisata bandung

Menurut cerita ini yang singgah di batu cinta dan mengelilingi Pulau Asmara, senantiasa mendapat cinta abadi seperti mereka. Kalau Anda tidak mendapatkan cinta abadi, minimal si tukang perahu sudah mendapatkan duit dari Anda untuk keperluan anak isteri tercintanya (Jangan-jangan, ini strategi pemasaran si tukang perahu... Ha... ha... ha...).

Situ Patenggang Bandung

Situ Patengan

Situ Patenggang

Situ Patengan

Obyek Wisata Bandung yang lain :
  1. Kawah Putih Ciwidey - Wisata Bandung.
  2. Tangkuban Perahu - Wisata Bandung.



Lihat Peta Lebih Besar Situ Patengan Bandung - Jabar



Baca Selanjutnya…

Kerajaan Jin di Kawah Putih Ciwidey Bandung

Kawah Putih Ciwidey

Dataran tinggi Bandung Selatan yang merupakan kawasan Gunung Patuha, memiliki keindahan alam yang sangat mempesona. Banyak tempat wisata di area ini, dan yang paling indah adalah Danau Kawah Putih Ciwidey, Bandung. Alam pemandangan di sekitar Danau Kawah Putih Ciwidey cukup indah, dengan air danau berwarna putih kehijauan, sangat kontras dengan batu kapur yang mengitari Danau Kawah Putih. Di sebelah utara danau berdiri tegak tebing batu kapur berwarna kelabu yang ditumbuhi lumut dan berbagai tumbuhan lainnya.

Gunung Patuha oleh masyarakat Ciwidey dianggap sebagai gunung tertua. Nama Patuha konon berasal dari kata Pak Tua (Sepuh), sehingga masyarakat setempat sering menyebutnya dengan nama Gunung Sepuh. Lebih dari seabad yang lalu, puncak Gunung Patuha dianggap angker oleh masyarakat setempat sehingga tak seorangpun berani menginjaknya. Oleh karena itu, keberadaan dan keindahannya pada saat tersebut tidak diketahui banyak orang.

Kawah Putih Ciwidey

Gunung Patuha pernah meletus pada Abad X, sehingga menyebabkan adanya kawah (erater) yang mengering di sebelah puncak bagian barat. Kemudian pada Abad XII kawah di sebelah kirinya meletus pula, yang kemudian membentuk danau yang indah. Tahun 1837, seorang Belanda peranakan Jerman Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) mengadakan perjalanan ke daerah Bandung Selatan. Ketika sampai di kawasan tersebut, Junghuhn merasakan suasana yang sangat sunyi dan sepi, tak seekor binatangpun yang melintasi daerah itu. Ia kemudian menanyakan masalah ini kepada masyarakat setempat, dan menurut masyarakat, kawasan gunung Patuha sangat angker karena merupakan tempat bersemayamnya arwah para leluhur, serta merupakan pusat kerajaan bangsa jin. Karenanya bila ada burung yang lancang berani terbang di atas kawasan tersebut, akan jatuh dan mati.

Meskipun demikian, orang Belanda yang satu ini tidak begitu percaya akan ucapan masyarakat. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya menembus hutan belantara di gunung itu untuk membuktikan kejadian apa yang sebenarnya terjadi di kawasan tersebut. Namun sebelum sampai di puncak gunung, Junghuhn tertegun menyaksikan pesona alam yang begitu indah dihadapannya, dimana terhampar sebuah danau yang cukup luas dengan air berwarna putih kehijauan. Dari dalam danau itu keluar semburan lava serta bau belerang yang menusuk hidung. Terjawab sudah mengapa burung-burung tidak mau terbang melintasi kawasan tersebut.

Obyek Wisata Bandung

Dari sinilah awal mula berdirinya pabrik belerang Kawah Putih dengan sebutan di jaman Belanda Zwavel Ontgining Kawah Putih. Di jaman Jepang, usaha pabrik ini dilanjutkan dengan menggunakan sebutan Kawah Putih Kenzanka Yokoya Ciwidey, dan langsung berada di bawah pengawasan militer. Cerita dan misteri tentang Kawah Putih terus berkembang dari satu generasi ke generasi masyarakat berikutnya. Hingga kini mereka masih percaya bahwa Kawah Putih merupakan tempat berkumpulnya roh para leluhur.

Bahkan menurut kuncen Abah Karna yang sekarang berumur 105 tahun dan bertempat tinggal di kampung Pasir Hoe, Desa Sugih Mukti, di Kawah Putih terdapat makam leluhur, diantaranya : Eyang Jaga Satru, Eyang Rangsa Sadana, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom, dan Eyang Jambrong. Salah satu puncak Gunung Patuha, Puncak Kapuk, dipercaya sebagai tempat rapat para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Di tempat ini masyarakat sesekali melihat secara gaib sekumpulan domba berbulu putih (domba lukutan) yang dipercaya sebagai penjelmaan dari para leluhur.

wisata jabar

Kawah Putih

Kawah Putih Ciwidey


Lihat Peta Lebih Besar Kawah Putih Ciwidey Bandung - Jabar


Baca Selanjutnya…

Ke Kebun Binatang Ragunan, Jenguk Saudara Tua

Kebun Binatang Ragunan

Si Olla berkunjung ke Jakarta untuk menengokku. Sudah hampir dua minggu dia di Jakarta, tetapi aku belum sempat mengajaknya jalan-jalan. Belum ada waktu, karena aku selalu disibukkan oleh pekerjaan. Hari sabtu, aku harus mengisi kegiatan refresh training. Kuajak dia dengan maksud nanti pulangnya langsung menuju ke Kebun Binatang Ragunan. Maklum Jakarta, kalau tidak seperti itu, waktu terbuang percuma hanya di jalan saja. Pukul 12:00 tepat acara selesai, langsung kuluncurkan revoku menuju Kebun Binatang Ragunan.

Kebun Binatang Ragunan merupakan kebun binatang pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1864 dan saat itu diberi nama Planten En Dierentuin, yang artinya 'Tanaman dan Kebun Binatang'. Sekarang disebut Kebun Binatang Ragunan karena terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia.

Kebun Binatang Ragunan

Pada mulanya Kebun Binatang Ragunan terletak pada tanah seluas 10 hektare di kawasan Cikini Jakarta Pusat. Tanah tersebut pemberian seorang pelukis ternama Indonesia, Raden Saleh. Saat itu, Planten En Dierentuin dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia. Pada Tahun 1949 nama Planten En Dierentuin diubah menjadi Kebun Binatang Cikini dan pada tahun 1964 dipindahkan ke kawasan Ragunan yang merupakan tanah hibah dari Pemerintah DKI Jakarta 30 hektare. Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan Taman Margasatwa Ragunan pada 22 Juni 1966. Saat ini, Kebun Binatang Ragunan sudah mencapai 140 hektar luasnya. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen.

Wisata Jakarta Selatan

Selain melihat binatang, di Kebun Binatang Ragunan kita bisa duduk santai diantara rerimbunan pepohonan sambil menikmati semilir angin dan kicau burung. Atau kalau Anda ingin naik gajah, kuda, kereta, atau andong keliling Kebun Binatang Ragunan, semua itu bisa Anda lakukan. Tapi yang mengecewakan, ketika si kecil minta ice cream Miami harganya Rp. 12.000,- bro padahal di luar cuma Rp. 3000,-

Kebun Binatang Ragunan

Kebun Binatang Ragunan

Wisata DKI Jakarta

Ragunan Zoo

Kebun Binatang Ragunan


Lihat Peta Lebih Besar Kebun Binatang Ragunan DKI Jakarta


Baca Selanjutnya…