Tampilkan postingan dengan label Candi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2022

Pura Ulun Danu Bratan Bedugul

Pura Ulun Danu Bratan Bedugul

Pura Ulun Danu Bratan Bedugul

Pura Ulun Danu Bratan merupakan sebuah pura dan candi air besar di Bali. Kompleks candi ini terletak di tepi barat laut Danau Bratan di pegunungan dekat Bedugul, tepatnya di jalan Raya Bedugul, Candi Kuning, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan. Obyek wisata Pura Ulun Danu Bratan yang berada di tepi danau Bratan Bedugul Tabanan Bali, terlihat seakan mengapung di atas permukaan air danau.


Tentang Pura Ulun Danu Bratan

Dalam bahasa Indonesia 'Ulun' artinya tepi, sedangkan 'Danu' berarti danau. Jadi Pura Ulun Danu artinya pura yang berada di tepi danau. Danau Bratan Bedugul berada di daerah dataran tinggi sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, dikenal sebagai danau gunung suci, kawasan ini sangat subur, dan beriklim sangat dingin.

Pura Ulun Danu Bratan adalah salah satu dari sembilan Pura Khayangan Jagat yang mengelilingi Pulau Bali, Pura ini adalah tempat yang digunakan oleh umat Hindu di Bali maupun Indonesia untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasi nya sebagai 'Tri Murti' (Brahma, Wisnu, dan Siwa) dalam pengharapannya untuk kesuburan Tanah, Kemakmuran dan kesejahteraan manusia termasuk juga demi lestarinya alam semesta. Candi ini sebenarnya digunakan untuk upacara persembahan untuk Dewi Danu, dewi air, danau dan sungai. Danau Bratan merupakan salah satu danau penting dalam hal irigasi.

Pura Ulun Danu Bratan terbagi menjadi empat kompleks Pura, yaitu Pura Lingga Petan: Pelinggih Dewa Siwa, Pura Penataran Puncak Mangu: Pelinggih Dewa Wisnu, Pura Terate Bang: Pelinggih Dewa Brahma, dan Pura dalem Purwa: Pelinggih Dewi Danu, dewi air, sungai, dan danau yang juga dikenal sebagai dewi kesuburan.

Pada bagian halaman luar (Pura Penataran Agung) kita akan melihat Candi Bentar yang merupakan pintu masuk halaman luar. Di sini kita akan menemukan sarkofagus dan sebuah batu tegak yang berada di sebelah kiri halaman luar.

Galeri Foto Pura Ulun Danu Bratan

Candi Bentar
Pura Ulun Danu Beratan Bedugul
Pura Ulun Danu Beratan
Pura Ulun Danu Bratan Bedugul
Ulun Danu Bratan
Ulun Danu Beratan
Pura Ulun Danu Beratan
Pura Ulun Danu Bratan
Pura Ulun Danu Bratan Pura Ulun Danu Bratan
Pura Ulun Danu Beratan
Pura Ulun Danu Bratan

Detail Pura Ulun Danu Bratan

Nama Tempat Wisata Pura Ulun Danu Bratan Bedugul Bali
Kategori Wisata Wisata Religi - Wisata Budaya - Wisata Sejarah - Wisata Alam - Wisata Bahari - Wisata Danau
Wisata Provinsi Obyek Wisata Bali
Wisata Daerah Obyek Wisata Tabanan
Alamat Jl. Bedugul - Singaraja, Desa Candikuning, Baturitu, Tabanan, Bali
Wisata Lain Terdekat Pantai Soka, Bali Treetop Adventure Park, Jatiluwih, Taman Pujaan Bangsa Margarana, Vihara Dharma Giri, Pantai Nyanyi, Pantai Yeh Leh, Agro Puncak Bedugul, Alas Kedaton, Museum Subak, Air Panas Penatahan, Kebun Raya Bali, Handara Gate, Tanah Lot

Lokasi Pura Ulun Danu Bratan


Selasa, 14 September 2010

Gapura Bajangratu Mojokerto Jawa Timur

Gapura Bajangratu Mojokerto Jawa Timur

Gapura Bajangratu
Kalau kita berkunjung ke situs-situs sejarah, bisa dikata kita tidak akan mendapat penjelasan apapun, selain ditarik tiket masuk. Tapi lain dengan di Gapura Bajangratu ini. Ketika kita membayar tiket masuk, kita juga mendapatkan dua lembar kertas yang berisi penjelasan tentang Gapura Bajangratu. Dengan demikian pengunjung tidak saja melihat bangunan tersebut, tetapi dapat mengerti sedikit sejarah tentang Gapura Bajangratu. Seharusnya hal demikian diterapkan di situs-situs yang lain.

Gapura Bajangratu terletak kurang lebih 500 m dari Candi Tikus, tepatnya di desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Dilihat dari bentuknya gapura merupakan bangunan gerbang tipe padukraksa, yaitu gapura yang memiliki atap. Bahan utamanya adalah bata, kecuali lantai tangga serta ambang pintu yang dibuat dari batu andesit. Denah bangunan berbentuk segi empat berukuran 11,5 x 10,5 meter. Tingginya 16,5 meter dan lebar lorong pintu masuk 1,40 meter. Secara vertikal, gapura Bajangratu dapat dibagi menjadi tiga bagian: yaitu kaki, tubuh, dan atap. Selain itu gapura mempunyai sayap dan pagar tembok di kedua sisinya. Pada kaki gapura terdapat hiasan panil yang menggambarkan cerita Sri Tanjung. Di bagian atas tubuh terdapat ambang pintu yang di atasnya terdapat hiasan kala dengan hiasan sulur-suluran. Sedangkan bagian atapnya bentuknya bertingkat-tingkat dengan puncaknya berbentuk persegi. Pada atap tersebut terdapat hiasan berupa kepala kala diapit singa, relief matahari, naga berkaki, kepala garuda, dan relief bermata satu atau monocle cyclop. Relief-relief ini mempunyai fungsi sebagai pelindung atau penolak marabahaya. Pada sayap kanan garuda terdapat dinding berbentuk panil sempit dihias dengan relief cerita Ramayana yang digambarkan dengan perkelahian raksasa melawan kera. Bingkai kanan kiri diberi pahatan berupa binatang bertelinga panjang.

Nama Bajangratu pertama kali disebut dalam Oudheikunding Verslaag tahun 1915. Menurut para ahli yang telah melakukan penelitian bangunan ini, Gapura Bajangratu dihubungkan dengan wafatnya Raja Jayanegara pada tahun 1328. Dalam kitab Pararaton disebutkan Raja Jayanegara wafat pada tahun 1328 "Sirata dhinarmeng kapopongan, bhisaka ring ernggapura pratista ring antawulan" menurut crom ernggapura dalam Pararaton sama dengan antarsasi dalam Negarakertagama, sehingga disimpulkan bahwa Dharma (tempat suci) Raja Jayanegara berada di Kapopongan alias ernggapura atau eriranggapura. Prastitannya (tempat suci) Raja Jayanegara berada di Trowulan. Dengan demikian fungsi gapura Bajangratu diduga sebagai pintu masuk ke sebuah bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara, yang dalam Negarakertagama disebut kembali ke dunia wisnu 1328 saka.

Dugaan ini didukung oleh adanya relief Sri Tanjung dan sayap garuda yang mempunyai arti sebagai lambang pelepasan. Masa pendirian gapura ini tidak diketahui dengan pasti, tetapi berdasarkan relief Ramayana, relief binatang bertelinga panjang, dan relief naga, diperkirakan gapura Bajangratu berasal dari abad XIII-XIV. Sejak didirikan, gapura ini belum dipugar. Kecuali usaha-usaha konsolidasi yang dilakukan pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1915. Pada tahun 1989 Gapura Bajangratu mulai dipugar dan selesai tahun 1992.

Galeri Foto Gapura Bajangratu


Gapura Bajangratu Gapura Bajangratu
Gapura Bajangratu Gapura Bajangratu
Gapura Bajangratu

Lokasi Gapura Bajangratu


Sabtu, 11 September 2010

Candi Tikus Mojokerto Jawa Timur

Candi Tikus Mojokerto Jawa Timur

Candi Tikus Mojokerto

Awalnya tidak ada di schedule kami untuk mengunjungi Candi Tikus Mojokerto, tujuan kami adalah Trenggalek, ke obyek wisata Pantai Prigi, Pantai Pasir Putih Trenggalek, dan Goa Lowo Watulimo. Karena Hari Raya Idhul Fitri, jalan utama Mojokerto macet sehingga jalur dialihkan. Ketika kami melewati Candi Tikus Mojokerto ini, dan melihat banyak pengunjung, kami tertarik untuk mampir.

Tempat wisata Candi Tikus Mojokerto terletak di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Nama Candi Tikus Mojokerto diambil dari sejarah penemuannya pada tahun 1914, yaitu ketika desa tersebut diserang hama tikus. Saat pengejaran hama tikus tersebut, selalu masuk ke dalam gundukan tanah. Setelah diadakan pembongkaran, diketahui adanya sebuah candi. Maka oleh Bupati Mojokerto saat itu RAA Kromojoyo Adinegoro diperintahkan untuk melakukan penggalian. Setelah diadakan penggalian, ditemukan Candi Tikus Mojokerto ini yang terbuat dari bahan batu bata merah dengan ukuran 29,5 m x 28,25 m.

Candi Tikus Mojokerto

Candi Tikus obyek wisata Jawa Timur ini diperkirakan dibangun pada abad 13 atau 14. Bangunan Candi Tikus Mojokerto berupa kolam pemandian (petirtaan). Bangunan utama terdiri dari dua tingkat. Beberapa arkeolog menghubungkan Candi Tikus Mojokerto ini dengan buku Nagarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M bahwa ada tempat mandi raja dan upacara-upacara tertentu di kolam-kolamnya.

Sedangkan menurut AJ Bernet Kempers seorang arkeolog Belanda dalam bukunya Ancient Indonesia Art (1954), Candi Tikus Mojokerto merupakan replika atau lambang Mahameru. Di tengah Candi Tikus Mojokerto terdapat miniatur empat buah candi kecil yang dianggap melambangkan Gunung Mahameru tempat para dewa bersemayam. Sedangkan sumber segala kehidupan yang diwujudkan dalam bentuk air mengalir dari pancuran-pancuran yang terdapat di sepanjang kaki candi. Air ini dianggap sebagai air suci amerta, yaitu sumber segala kehidupan.Menurut kepercayaan Hindu, Gunung Mahameru merupakan tempat sumber air kehidupan, yang dipercaya mempunyai kekuatan magis dan dapat memberikan kesejahteraan. Menurut mitos air yang mengalir di Candi Tikus bersumber dari Gunung Mahameru.

Candi Tikus Mojokerto ini sempat dilakukan pemugaran pada tahun 1983-1986. Dari pemugaran ini diketahui bahwa Candi Tikus Mojokerto dibangun dalam dua tahap. Hal ini diketahui dari jenis batu bata merah yang digunakan. Tetapi kapan pembangunan tahap pertama dan kedua ini dilakukan, belum diketahui dengan pasti.

Tempat wisata Mojokerto yang juga pantas Anda kunjungi adalah Gapura Bajangratu, Air Panas Padusan, Air Terjun Grenjengan, Air Terjun Dlundung, dan Coban Canggu.

Lokasi Candi Tikus Tempat Wisata Mojokerto

Candi Tikus Mojokerto
Obyek Wisata Mojokerto
Tempat Wisata Jawa Timur

Lokasi Candi Tikus Obyek Wisata Jawa Timur


Senin, 14 Juni 2010

Candi Jawi Wisata Pasuruan Jawa Timur Jatim

Candi Jawi Wisata Pasuruan Jawa Timur Jatim

Rating : 77 dari 100 berdasarkan 34 review

Candi Jawi

Candi Jawi terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Candi Jawi ini persis terletak di pinggir jalan menuju Tretes, sehingga mudah sekali dijangkau oleh kendaraan umum.


Candi Jawi Pasuruan Jawa Timur

Menurut cerita juru kunci, Candi Jawi dibangun oleh raja terakhir Singosari, yaitu Kertanegara pada abad ke-13. Candi ini bukan tempat pemujaan atau peribadatan, tetapi tempat penyimpanan sebagian abu Raja Kertanegara. Ini dibuktikan dengan pintu yang menghadap ke timur.

SERUNI 100 EC obat fogging ramah lingkungan

Biasanya candi pemujaan selalu menghadap ke gunung, sementara Candi Jawi membelakangi Gunung Penanggungan. Tapi sebagian orang berpendapat lain, posisi pintu yang tidak menghadap ke gunung diperkirakan karena pengaruh Budha.

Candi Jawi Candi Jawi

Keunikan lain dari Candi Jawi adalah batu yang dipakai sebagai bahan bangunannya terdiri dari dua jenis. Bagian bawah terdiri dari batu hitam, sedangkan bagian atas batu putih. Sehingga timbul dugaan bahwa bisa jadi Candi Jawi dibangun dalam dua periode yang berbeda.

Candi Jawi sudah dipugar tiga kali, dan banyak arca-arca yang seharusnya ada disini hilang atau berpindah tempat. Nilai historisnya jadi berkurang jauh, walaupun pemindahan tempat tersebut dengan alasan keamanan.

Galeri Foto

Candi Jawi
Candi Jawi Candi Jawi
Candi Jawi Candi Jawi
Obyek Wisata Jawa Timur Obyek Wisata Jawa Timur
Obyek Wisata Jawa Timur Obyek Wisata Jawa Timur
Obyek Wisata Pasuruan Obyek Wisata Pasuruan
Obyek Wisata Pasuruan Obyek Wisata Pasuruan
Obyek Wisata Pasuruan Obyek Wisata Pasuruan

Detail Candi Jawi

Nama Tempat Wisata Candi Jawi Pasuruan Jawa Timur
Kategori Wisata Wisata Budaya - Wisata Sejarah - Wisata Candi
Wisata Provinsi Obyek Wisata Jawa Timur
Wisata Daerah Obyek Wisata Pasuruan
Alamat Jl. Raya Prigen, Jawi, Candi Wates, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur 67157
Wisata Lain Terdekat Finna Golf and Club Resort, Saygon Waterpark, Bhakti Alam, Condido Agro Herbal, Perkebunan Apel Khrisna, Kebun Raya Purwodadi, Candi Gunung Gangsir, Air Terjun Tundo Pitu, Air Terjun Alap-Alap, Air Terjun Putuk Truno, Air Terjun Rambut Moyo, Air Terjun Coban Baung, Air Terjun Gumandar, Air Terjun Kakek Bodo, Air Terjun Sumber Nyonya, Air Terjun Coban Cemoro Gading, Danau Ranu Grati, Pemandian Alam Banyu Biru, Pantai Penunggul, Pantai Lekok, Bukit Flora, Gunung Bromo, Taman Safari Prigen, Tretes, Pines Taman Dayu, Masjid Cheng Hoo, Puncak Penanjakan 1 Bromo, Kedawung Agro Selfie, Kebun Pak Budi, Taman Pekuncen, Hutan Mangrove Nguling, Gunung Arjuno

Lokasi