Coban Rondo Prasasti Ketidakpatuhan Anak

  • Wana wisata Coban Rondo terletak 32 km dari kota Malang, tepatnya di desa Pandesari, kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Lokasi Air Terjun Coban Rondo dapat ditempuh dengan kendaraan umum, baik dari kota Malang/Batu, Kediri, ataupun Jombang. Cukup Anda naik minibus jurusan Jombang-Malang atau sebaliknya, tergantung dari mana arah Anda, dan turun di Pujon, tepatnya Patung Sapi. Di patung sapi tersebut sudah siap tukang ojek mengantar Anda sampai ke lokasi air terjun. Air terjun ini memiliki ketinggian 84 meter, dengan suhu udara rata-rata sekitar 22 derajad celsius. Tanaman yang ada di sekeliling Coban Rondo yaitu pinus dan cemara gunung.

Ada satu legenda di balik nama Coban Rondo ini. Karena sudah banyak yang menceritakan versi sebenarnya, maka dalam kesempatan ini saya menceritakan versi extravaganza-nya.

Alkisah sepasang pengantin baru Dewi Anjarwati dan Baron Kusumo baru menikah sebulan. Karena bosan di Gunung Kawi disuruh sembayang terus (jadi gak sempat bercinta), mereka berniat melakukan bulan madu ke gunung Anjasmoro, tempat kelahiran suami. Orangtua si Dewi Anjarwati tidak menyetujui mereka bepergian, karena : 1) Orangtuanya saja lagi sibuk ngumpulin duit untuk lebaran, kok malah anaknya mau jalan-jalan menghamburkan duit; 2) Menurut adat jawa, sebelum selapan (40 hari) mereka tidak boleh kemana-mana. Bahaya akan menimpa bila ini dilanggar.

Suatu malam, tepat 36 hari setelah pernikahan mereka, mereka kabur melalui jendela. Si Baron Kusumo membawa ransel, sambil menggendong Dewi Anjarwati, karena si Dewi Anjarwati tidak sempat membawa sandal jepitnya (maklum kemanten baru, takut kakinya kotor saja langsung digendong).

Sesampai di terminal Landungsari, mereka naik minibus jurusan Jombang. Selama perjalanan, di dalam bus mereka selalu bermesraan. Pertama, karena selama ini di Gunung Kawi mereka selalu sibuk ngurusin tamu yang minta kekayaan. Yang kedua, mumpung bus lagi sepi tidak ada penumpangnya (Hehehe...). Si kondektur bus yang bernama Joko Lelono, menggerutu melihat tingkah kedua anak manusia ini. Jengkel karena busnya sepi sehingga gak bisa setoran, jengkel karena tingkah kedua anak manusia ini menggoda iman. Lama-lama dia tergoda, timbul jiwa isengnya. Dia duduk di belakang kursi kedua pasangan ini, bila ada kesempatan dia ikut 'pegang-pegang' si Dewi Anjarwati. Si Dewi Anjarwati diam saja karena dia berpikir yang 'pegang' adalah suami tercintanya.

Ulah si Joko Lelono ini akhirnya ketahuan. Karena tiba-tiba Si Dewi ini mencubit pinggang si Baron sambil ngomong "Mas, kalau pegang 'itu' jangan keras-keras, sakit tau..." Karena merasa tidak pegang, si Baron langsung tahu ulah siapa itu. Terjadilah pertengkaran mulut dan akhirnya mereka berkelahi. Karena sopir bus gak mau busnya rusak, dia berhenti di Patung Sapi. "Sudah kalau berkelahi di bawah sana".

Keduanya melanjutkan perkelahian di jalan raya. Perkelahian tambah seru ketika mereka meminjam sabit pencari rumput yang sedang lewat. Saling sabet, saling bacok, dan keduanya tewas mengenaskan. Si Anjarwati yang melihat darah dan keduanya tewas, ketakutan setengah mati. Dia juga takut dijadikan saksi (Sebab dia lihat di tv-tv, kalau diinterogasi polisi dibentak-dibentak sambil mejanya digebrak). Dia lari dan lari. Akhirnya di suatu tempat di bawah air terjun, dia kecapaian. Dia duduk di batu besar, sambil merenungi nasibnya yang menjadi janda (jawa=rondo).

Nah, makanya sekarang tempat itu diberi nama Coban Rondo. Dari cerita ini kita mendapat hikmahnya, yaitu jangan lupa bayar kalau naik bus (Loh kok...??!!!). Maksudnya patuhi perintah orangtua... (Nah ini yang agak nyambung).



Tempat Wisata Malang yang lain :
  1. Balekambang - Wisata Malang - Wisata Jatim.
  2. Pulau Sempu - Wisata Malang - Wisata Jatim.
  3. Gunung Bromo - Wisata Malang - Wisata Jatim.
  4. Sendang Biru - Wisata Malang - Wisata Jatim.



No comments:

Post a Comment