Aku Pasti Kembali Pulau Sempu

Pulau Sempu MalangBeginilah nasib orang sok tahu. Begitu sampai di Sendang Biru, aku langsung mencari perahu. Perahu sudah berjalan 15 menit ke arah laut, baru aku tanya ke tukang perahu :"Pak, ini ke arah danau yang ada di Pulau Sempu?". Jawab si tukang perahu :"Wah, kalau mau ke Segara Anakan Pulau Sempu tadi ke kiri dek, saya pikir sampeyan mau keliling-keliling saja. Juga harus ada ijin masuk kalau mau ke Sempu. Sampeyan apa sudah punya ijinnya?". (Wah, harus balik lagi dong, bayar lagi dong, pikirku). "Gak usah ijin pak, langsung Bapak antar saja ke sana.." Pintaku. "Kagak berani Dik, ntar saya kena marah. Kalau antar sampai seberang itu.. (sambil menunjuk ke tempat seberang dimana banyak orang sedang bermain di tepi pantai) gak apa-apa dik". Jawab si tukang perahu. "OK deh pak" Jawabku sambil berpikir itu kan juga Pulau Sempu.

Sebelum turun dari perahu, aku catat nomor handphone si tukang perahu untuk penjemputan nanti. Ternyata betul cerita teman-teman. Pulau Sempu memang indah sekali. Pasir yang putih, laut yang tenang dan biru dikelilingi bebukitan yang hijau, menyejukkan mata yang memandang. Akupun bergegas membuka baju dan celana, menikmati mandi air laut dan bermain pasir putih Pulau Sempu.

Pulau Sempu MalangSetelah beberapa jam bermain air laut, aku mulai bosan. Kembali teringat akan keinginanku ke Segara Anakan 
Pulau Sempu. Kurayu temanku untuk berjalan ke arah Segara Anakan. Aku bilang ke dia, kalau dari tempat penurunan perahu berjalan setengah jam (kata si tukang perahu), berarti dari sini paling lama 1,5 jam (padahal aku tidak tahu pasti tempatnya, hanya mengira-ngira). Dan dia setuju. Bergegas kami menggunakan pakaian kembali untuk menuju ke Segara Anakan Pulau Sempu.

Hutan yang kami susuri ternyata cukup rimbun. Kuikuti jalan setapak yang ada. Di beberapa tempat, jalan setapak ini tertutupi oleh pohon tumbang. Kami harus merangkak untuk melaluinya. Tidak terdengar lagi suara canda tawa orang yang bermain di pantai, berarti kami sudah jauh masuk ke dalam hutan. Yang terdengar hanya suara kicau burung dan suara monyet. Satu kali kami harus menyeberangi sungai dengan meniti pohon yang roboh. Semakin ke dalam dedaunan semakin rapat menutupi jalan setapak.

Pulau Sempu MalangKetika sedang sibuk menyibakkan dedaunan yang menutupi jalan, tiba-tiba kami mendengar suara auman yang cukup keras, dan gemeretak ranting-ranting sekitar 5 meter dari tempat kami. Temanku langsung pucat pasi. Dengan suara gemetar dia bertanya kepadaku: "Suara harimau itu Jo?". "Bukan, hanya suara babi, ayo kita kembali, kita salah jalan". Sambil kutarik tangannya bergegas meninggalkan tempat tersebut.

Sampai di tempat semula aku bisa bernafas lega. Sambil ketawa-ketawa, aku baru menjawab jujur kalau tadi juga mendengar suara auman, bukan suara babi. Aku juga kaget kalau di Pulau Sempu masih ada macan, makanya tadi langsung aku ajak kembali. Setelah pulang dari Pulau Sempu dan gogling di dunia maya, baru aku ketahui dengan pasti, di Pulau Sempu masih ada beberapa macan tutul. Ah, mungkin waktu itu si macan tutul lagi kekenyangan, atau malas makan karena lihat mangsanya cuma manusia kurus-kurus, apalagi temanku kulitnya hitam. Mungkin si macan berpikir pasti pahit rasa dagingnya.

Tapi yang jelas, aku pasti kembali ke Pulau Sempu untuk melihat keindahan Segara Anakan. Tentunya dengan prosedur yang benar, peralatan yang lengkap, dan teman yang banyak...

Pulau Sempu

Tempat Wisata Malang yang lain :

  1. Balekambang - Wisata Malang - Wisata Jatim.
  2. Coban Rondo - Wisata Malang - Wisata Jatim.
  3. Sendang Biru - Wisata Malang - Wisata Jatim.
  4. Gunung Bromo - Wisata Malang - Wisata Jatim.

No comments:

Post a Comment