Madakaripura Persinggahan Terakhir Gadjah Mada

Kalau Anda pulang berlibur dari Bromo dan ke arah Surabaya, sempatkan mampir di Air Terjun Madakaripura, karena jalur yang Anda lewati sudah dekat dengan Air Terjun Madakaripura. Untuk petunjuk jalan terpampang dengan jelas. Madakaripura terletak di desa Sapeh, kecamatan Lumbang – Probolinggo, lokasi air terjun tersebut bisa dicapai dengan sepeda motor ataupun mobil. Untuk angkutan umum sampai lokasi, tidak terlihat oleh penulis.

Sebelum ke lokasi, sebaiknya Anda mempersiapkan baju untuk ganti, tas kresek, dan payung. Kenapa? Karena Anda pasti basah untuk menuju ke lokasi utama air terjun. Air terjun ini berawal dari air yang mengalir dari tebing memanjang dan membentuk tirai. Tetapi bila Anda tidak membawa peralatan tersebut, di lokasi sudah ada yang menjual tas kresek, ataupun menyewakan payung.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi, Anda disuguhi pemandangan berupa gunung tinggi yang menyegarkan mata. Kurang lebih setelah sekitar 5 km melakukan perjalanan, kita akan bertemu dengan pintu masuk kawasan wisata air terjun Madakaripura yang ditandai dengan tempat parkir yang luas dan patung Gajah Mada.

Banyak penduduk lokal yang menawarkan diri menjadi guide, dengan tujuan menunjukkan jalan kepada Anda sampai ke lokasi air terjun (± 800m dari tempat parkir), karena jalan yang dibuat Perhutani sudah banyak yang rusak, sehingga harus beberapa kali menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras. Guide juga akan menceritakan sejarah objek wisata tersebut hingga kita balik lagi ke tempat parkir.

Saat berjalan kaki ini kita juga disuguhi pemandangan indah dan menyejukkan, di samping kanan kita ada aliran sungai berbatu-batu, di kanan kiri kita diapit tebing tinggi dengan pepohonan lebat beserta iringan kicauan burung dan derikan kumbang. Terkadang di beberapa bagian jalan, terhalang oleh pohon rubuh atau ada bekas longsoran. Kalau Anda capek ada beberapa warung di sepanjang jalan yang bisa digunakan untuk duduk-duduk beristirahat.

Sepanjang perjalanan menuju ke air terjun, beberapa kali penulis bertemu dengan turis asia yang membawa kamera digital yang sangat bagus, hal ini menandakan Madakaripura tempat yang potensial bagi fotografer profesional.

Berdiri di dalam ruangan utama air terjun ini, kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 200 meter, dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke kolam berwarna kehijauan. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras. Keunikan dan kesejukan air terjun ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya. Sesudah puas main air dan kedinginan, kita bisa menikmati minuman panas di warung yang banyak bertebaran di dekat air terjun sebelum berjalan kaki lagi menuju tempat parkir.

Menurut guide, nama Madakaripura diambil dari cerita pada jaman dahulu kala. Konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air terjun ini. "Loh itu pak, ada penampakan Patih Gajah Mada", Kata teman-teman menyela cerita si guide (lihat foto kiri). Guide kaget sambil menolehkan kepala ke arah yang ditunjuk teman-teman. "Oh itu sih Abdi dalemnya, Si Bitingkilan" (abdi dalem=pembantu, biting=ijuk, kilan=20cm). "Awas sampeyan pak, gak tak bayar jasamu. Wong badanku kayak Arnold Swasanaseger gini dibilang bitingkilan", Teriak penulis yang diikuti ketawa teman-teman. Si guide-pun nyengir kuda.

Ada satu hal yang tidak mengenakkan penulis ketika sesampai di tempat parkir, yaitu ada beberapa anak yang meminta uang jasa cuci sepeda motor. Padahal sebelumnya tidak ada pembicaraan tentang hal tersebut.





Tempat Wisata Probolinggo yang lain :
  1. Arung Jeram Songa - Wisata Probolinggo - Wisata Jatim.
  2. Ranu Segaran - Wisata Probolinggo - Wisata Jatim.
  3. Gunung Bromo - Wisata Probolinggo - Wisata Jatim.
  4. Pantai Bentar - Wisata Probolinggo - Wisata Jatim.
  5. Air Panas Tiris - Wisata Probolinggo - Wisata Jatim.


3 comments: